Jombang, 20 Agustus 2026 – Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar meninjau langsung kesiapan pelaksanaan Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan berbagai kebutuhan penyelenggaraan forum tertinggi NU telah dipersiapkan dengan baik menjelang pembukaan muktamar. Dalam peninjauan tersebut, KH Miftachul Akhyar melihat sejumlah fasilitas yang akan digunakan peserta dan panitia selama rangkaian kegiatan. Mulai dari lokasi registrasi, tempat penginapan, ruang persidangan, area bazar, hingga lokasi pembukaan menjadi bagian yang diperiksa secara langsung. Peninjauan ini sekaligus menjadi bentuk konsolidasi antara jajaran PBNU dan panitia lokal yang tengah menyelesaikan berbagai persiapan menjelang pelaksanaan muktamar.
Kunjungan KH Miftachul Akhyar dimulai dari lokasi registrasi peserta yang berada di MTs Bahrul Ulum. Di tempat tersebut, Rais Aam PBNU melihat kesiapan pelayanan registrasi yang akan menjadi pintu awal kedatangan para peserta dari berbagai daerah. Sistem registrasi menjadi salah satu bagian penting karena jumlah peserta yang hadir diperkirakan mencapai ribuan orang. Kelancaran proses tersebut diperlukan agar peserta dapat segera memperoleh informasi, perlengkapan, serta akses menuju lokasi kegiatan yang telah ditentukan panitia. Pemeriksaan langsung dilakukan untuk memastikan pelayanan dapat berjalan secara tertib ketika peserta mulai berdatangan menjelang pembukaan Muktamar Ke-35 NU.
Setelah melihat lokasi registrasi, rombongan melanjutkan peninjauan ke tempat penginapan peserta di Gedung Madrasah Muallimin Muallimat. KH Miftachul Akhyar melihat secara langsung fasilitas yang telah disiapkan panitia untuk para peserta selama berada di Tambakberas. Bahkan, ia turut mencoba kasur yang disediakan untuk memastikan fasilitas tersebut layak digunakan. Peninjauan sederhana tersebut menunjukkan perhatian panitia terhadap kebutuhan dasar peserta yang akan mengikuti rangkaian kegiatan selama beberapa hari. Akomodasi menjadi salah satu tantangan utama karena ribuan peserta membutuhkan tempat tinggal yang memadai selama mengikuti persidangan dan agenda muktamar.
Dari lokasi penginapan, rombongan kemudian melihat tempat yang akan digunakan untuk persidangan pleno. Ruang persidangan menjadi salah satu fasilitas utama karena berbagai agenda organisasi akan dibahas dalam rangkaian Muktamar Ke-35 NU. Persiapan ruangan harus memperhatikan kapasitas peserta, tata letak, sistem komunikasi, serta berbagai kebutuhan teknis selama persidangan. Kelancaran persidangan menjadi sangat penting karena muktamar tidak hanya menjadi ajang pertemuan warga Nahdliyin, tetapi juga forum untuk membahas arah organisasi dalam periode berikutnya. Karena itu, fasilitas persidangan harus disiapkan secara matang agar seluruh agenda dapat berjalan sesuai jadwal.
Peninjauan juga dilakukan ke area bazar yang akan menjadi salah satu bagian dari rangkaian kegiatan muktamar. Kehadiran area tersebut dapat menjadi ruang bagi pelaku usaha dan berbagai pihak untuk memperkenalkan produk maupun aktivitas ekonomi kepada peserta yang datang dari berbagai daerah. Selain mendukung kebutuhan peserta, kegiatan pendukung seperti bazar juga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar lokasi penyelenggaraan. Kehadiran ribuan peserta berpotensi meningkatkan aktivitas ekonomi di kawasan Tambakberas dan sekitarnya. Kondisi tersebut menjadi salah satu dampak positif yang diharapkan muncul dari penyelenggaraan Muktamar Ke-35 NU di Jombang.
Rombongan kemudian melihat lapangan desa yang akan digunakan sebagai lokasi pembukaan muktamar. Di lokasi tersebut, pembangunan tenda dan berbagai fasilitas pendukung masih terus dilakukan oleh panitia. Area pembukaan harus mampu menampung peserta dan tamu undangan dalam jumlah besar sehingga penataan lokasi membutuhkan perencanaan yang matang. Selain tempat utama, panitia juga perlu memastikan akses keluar-masuk, keamanan, fasilitas kesehatan, serta kebutuhan pendukung lainnya tersedia. Pemeriksaan langsung dilakukan agar berbagai kekurangan yang masih ditemukan dapat segera diselesaikan sebelum hari pembukaan.
Sekretaris Jenderal PBNU sekaligus Ketua Organizing Committee Muktamar Ke-35 NU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, menyampaikan bahwa persiapan secara keseluruhan telah mencapai lebih dari 85 persen. Angka tersebut menunjukkan sebagian besar kebutuhan utama muktamar telah tersedia, meskipun masih terdapat pekerjaan yang harus diselesaikan oleh panitia. Waktu yang tersisa akan dimanfaatkan untuk menyelesaikan fasilitas persidangan, akomodasi, pelayanan peserta, serta kebutuhan teknis lainnya. Panitia menargetkan seluruh persiapan dapat selesai sesuai jadwal sehingga tidak ada kendala berarti ketika muktamar resmi dimulai. Koordinasi antara PBNU dan panitia lokal terus dilakukan untuk memastikan setiap bidang dapat menyelesaikan tugas masing-masing.
Tambakberas telah menyiapkan akomodasi untuk lebih dari 3.000 peserta resmi muktamar. Jumlah tersebut menunjukkan skala penyelenggaraan yang cukup besar dan membutuhkan pengelolaan logistik secara terintegrasi. Selain tempat tinggal, kebutuhan konsumsi juga menjadi perhatian karena peserta akan mengikuti rangkaian agenda selama beberapa hari. Panitia telah menyiapkan dapur umum yang akan melayani kebutuhan konsumsi para peserta dan partisipan. Kesiapan logistik menjadi salah satu faktor penting karena kelancaran kegiatan tidak hanya bergantung pada persidangan, tetapi juga kemampuan panitia memenuhi kebutuhan dasar seluruh peserta.
Muktamar Ke-35 NU dijadwalkan berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas mulai 27 Agustus 2026. Penyelenggaraan di Tambakberas memiliki makna tersendiri karena pesantren tersebut memiliki hubungan sejarah yang kuat dengan perjalanan Nahdlatul Ulama. Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas merupakan salah satu pesantren penting yang memiliki akar sejarah dengan KH Abdul Wahab Chasbullah atau Mbah Wahab, salah satu pendiri NU. Penyelenggaraan muktamar di tempat tersebut membuat persiapan tidak hanya dipandang sebagai pekerjaan teknis, tetapi juga sebagai upaya menyambut agenda besar organisasi di lingkungan yang memiliki nilai sejarah bagi NU. Ribuan peserta dari berbagai daerah akan berkumpul untuk mengikuti seluruh rangkaian agenda yang telah disiapkan.
Muktamar Ke-35 juga menjadi momentum penting bagi NU karena berlangsung pada abad kedua perjalanan organisasi. Forum tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan keputusan mengenai kepemimpinan, tetapi juga membahas berbagai agenda strategis yang berkaitan dengan masa depan organisasi. Persiapan tempat, akomodasi, konsumsi, persidangan, kesehatan, keamanan, hingga pelayanan peserta harus berjalan secara bersamaan agar muktamar dapat berlangsung dengan tertib. Karena itu, peninjauan yang dilakukan Rais Aam PBNU menjadi bagian dari upaya memastikan seluruh unsur penyelenggaraan berada dalam kondisi siap. Konsolidasi antara jajaran PBNU, panitia penyelenggara, dan tuan rumah menjadi semakin penting karena waktu menuju pembukaan muktamar semakin dekat.
PBNU juga telah berkomunikasi dengan pemerintah terkait pembukaan Muktamar Ke-35 NU. Panitia berharap Presiden Prabowo Subianto dapat hadir dan membuka secara langsung agenda tersebut. Kehadiran kepala negara akan menjadi bagian penting dari rangkaian pembukaan sekaligus menunjukkan perhatian pemerintah terhadap agenda organisasi kemasyarakatan terbesar di Indonesia tersebut. Namun, seluruh persiapan tetap diarahkan agar muktamar dapat berjalan baik terlepas dari perkembangan agenda tamu undangan. Panitia terus memastikan fasilitas utama dan kebutuhan teknis telah tersedia sebelum peserta mulai memenuhi kawasan Tambakberas.
Dengan persiapan yang telah mencapai lebih dari 85 persen, panitia optimistis Muktamar Ke-35 NU dapat berlangsung sesuai jadwal. Peninjauan KH Miftachul Akhyar memberikan kesempatan bagi jajaran PBNU untuk melihat langsung kondisi fasilitas sekaligus mengetahui bagian yang masih perlu disempurnakan. Sisa waktu menjelang pembukaan akan digunakan untuk menyelesaikan berbagai pekerjaan teknis dan memastikan pelayanan bagi lebih dari 3.000 peserta dapat berjalan maksimal. Tambakberas kini bersiap menjadi pusat berkumpulnya ulama, pengurus, serta warga Nahdliyin dari berbagai daerah untuk mengikuti agenda besar organisasi. Seluruh persiapan tersebut diharapkan mampu mendukung pelaksanaan Muktamar Ke-35 NU agar berlangsung lancar, tertib, dan menghasilkan keputusan yang membawa manfaat bagi organisasi serta masyarakat luas.