Jakarta, 28 Agustus 2026 – Proyek Intermediate Treatment Facility (ITF) Sunter senilai sekitar Rp5,3 triliun kembali menjadi perhatian Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Setelah sempat mangkrak dan mengalami berbagai kendala dalam proses pembangunannya, proyek pengolahan sampah tersebut kembali didorong untuk direalisasikan.
ITF Sunter dirancang sebagai fasilitas pengolahan sampah berskala besar yang diharapkan dapat membantu mengurangi beban Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menilai pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi salah satu kebutuhan penting mengingat volume sampah Ibu Kota terus meningkat.
Proyek Sempat Terhenti
Rencana pembangunan ITF Sunter telah berlangsung selama beberapa tahun, tetapi pelaksanaannya mengalami sejumlah hambatan. Proyek tersebut sempat berada dalam kondisi tidak berjalan sesuai rencana sehingga pembangunan fisiknya tidak kunjung terealisasi.
Persoalan pembiayaan dan skema kerja sama menjadi salah satu tantangan dalam merealisasikan fasilitas tersebut. Kondisi itu membuat pemerintah perlu melakukan evaluasi sebelum kembali melanjutkan proyek.
Kini, Pemprov DKI Jakarta kembali membuka peluang untuk menghidupkan proyek tersebut dengan skema yang dinilai lebih sesuai dengan kondisi saat ini.
Nilai Investasi Capai Rp5,3 Triliun
ITF Sunter diproyeksikan membutuhkan investasi sekitar Rp5,3 triliun. Besarnya kebutuhan dana membuat pemerintah harus memastikan skema pendanaan dan kerja sama dengan pihak swasta dapat berjalan secara realistis.
Selain biaya pembangunan, aspek operasional dan pemeliharaan fasilitas juga perlu diperhitungkan sejak awal agar proyek tidak kembali menghadapi persoalan setelah dibangun.
Pemprov DKI Jakarta diharapkan dapat memastikan model bisnis proyek memiliki dasar yang kuat sebelum proses pembangunan dimulai kembali.
Dirancang Olah Ribuan Ton Sampah
ITF Sunter diharapkan memiliki kemampuan mengolah sampah dalam jumlah besar setiap harinya. Fasilitas tersebut nantinya dapat mengurangi volume sampah yang harus dikirim ke Bantargebang.
Teknologi pengolahan yang digunakan juga dirancang untuk mengurangi ketergantungan terhadap metode penimbunan akhir. Dengan demikian, pengelolaan sampah Jakarta dapat bergerak menuju sistem yang lebih terintegrasi.
Kehadiran fasilitas pengolahan sampah di dalam wilayah Jakarta juga dapat mengurangi jarak pengangkutan sampah menuju lokasi pembuangan akhir.
Pemprov Cari Skema yang Tepat
Pemerintah daerah kini perlu mencari formula terbaik agar proyek ITF Sunter dapat berjalan secara berkelanjutan. Skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha menjadi salah satu opsi yang dapat dipertimbangkan.
Namun, keberhasilan proyek tidak hanya bergantung pada tersedianya investor. Kepastian regulasi, pengadaan lahan, teknologi, tarif pengolahan sampah, hingga mekanisme penerimaan energi perlu disiapkan secara matang.
Dengan perencanaan yang lebih komprehensif, risiko proyek kembali terhenti di tengah jalan dapat ditekan.
Beban Bantargebang Terus Menjadi Perhatian
Jakarta selama ini sangat bergantung pada TPST Bantargebang untuk menampung sampah yang dihasilkan masyarakat. Ketergantungan tersebut membuat pemerintah perlu mencari fasilitas pengolahan alternatif.
Pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi juga berpotensi meningkatkan volume sampah. Tanpa tambahan fasilitas pengolahan, tekanan terhadap sistem pengelolaan sampah Jakarta dapat semakin besar.
ITF Sunter menjadi salah satu proyek yang diharapkan mampu membantu menyelesaikan persoalan tersebut.
Teknologi Pengolahan Sampah Jadi Kunci
Pembangunan ITF juga harus memperhatikan teknologi yang digunakan. Fasilitas pengolahan sampah membutuhkan sistem yang mampu menangani karakteristik sampah perkotaan sekaligus memenuhi standar lingkungan.
Pemilihan teknologi perlu mempertimbangkan efisiensi, biaya operasional, pengurangan emisi, serta pengelolaan residu yang dihasilkan.
Pemerintah juga perlu memastikan pengoperasian fasilitas dilakukan dengan standar keselamatan dan lingkungan yang ketat.
Target Realisasi Perlu Dikawal
Setelah sempat mangkrak, proyek ITF Sunter membutuhkan kepastian mengenai tahapan pembangunan. Pemerintah perlu menetapkan target yang jelas mulai dari finalisasi skema investasi, proses pengadaan, pembangunan fasilitas hingga pengoperasian.
Pengawasan juga diperlukan agar proyek tidak kembali mengalami penundaan berkepanjangan.
Jika terealisasi, ITF Sunter dapat menjadi salah satu fasilitas penting dalam sistem pengelolaan sampah Jakarta.
Proyek ITF Sunter senilai sekitar Rp5,3 triliun kembali didorong untuk dihidupkan setelah sempat mangkrak. Fasilitas ini diharapkan dapat mengolah sampah dalam jumlah besar, mengurangi beban TPST Bantargebang, serta memperkuat sistem pengelolaan sampah Jakarta melalui teknologi pengolahan yang lebih modern.