Paris, 19 September 2026 – Zinedine Zidane resmi mengumumkan skuad pertamanya sejak dipercaya menangani tim nasional Prancis. Mantan pelatih Real Madrid tersebut memanggil 23 pemain untuk menghadapi rangkaian pertandingan UEFA Nations League pada September dan Oktober 2026. Keputusan Zidane langsung menarik perhatian karena terdapat lima pemain yang belum pernah mendapat panggilan ke tim senior Prancis sebelumnya. Mereka adalah Guillaume Restes, Jérémy Jacquet, Andy Diouf, Lucas Da Cunha dan Estéban Lepaul. Di sisi lain, Zidane tetap mempertahankan sejumlah pemain berpengalaman yang selama beberapa tahun terakhir menjadi bagian penting Les Bleus. Kylian Mbappé juga dipastikan tetap memegang ban kapten pada awal era kepelatihan Zidane.
Lima pemain baru tersebut berasal dari sejumlah posisi berbeda sehingga memberikan pilihan tambahan bagi Zidane. Restes yang memperkuat Toulouse masuk dalam persaingan penjaga gawang bersama Mike Maignan dan Robin Risser. Di lini belakang terdapat Jacquet dari Liverpool serta Andy Diouf yang memperkuat Inter Milan. Lucas Da Cunha dari Como memperoleh kesempatan di sektor tengah setelah menunjukkan perkembangan bersama klubnya. Sementara itu, Lepaul dari Rennes menjadi wajah baru di lini serang Les Bleus. Kehadiran lima pemain tanpa caps tersebut memperlihatkan bahwa Zidane tidak hanya mengandalkan nama-nama yang sebelumnya rutin berada dalam skuad Prancis.
Jacquet menjadi salah satu debutan yang mendapatkan perhatian setelah mengawali musim bersama Liverpool dengan penampilan yang dinilai impresif. Bek tengah tersebut memperoleh kesempatan ketika William Saliba tidak masuk dalam skuad. Zidane juga memilih Andy Diouf untuk memberikan alternatif pada sektor pertahanan, sementara Restes mendapat kesempatan di posisi penjaga gawang. Da Cunha menjadi pilihan baru untuk menambah karakter permainan di lini tengah. Lepaul melengkapi kelompok debutan setelah performanya bersama Rennes membuatnya masuk dalam pertimbangan tim nasional. Lima pemain tersebut kini mempunyai kesempatan mendapatkan caps pertama ketika Prancis memulai kampanye Nations League di bawah kepemimpinan Zidane.
Meski memberikan ruang kepada wajah-wajah baru, Zidane tidak melakukan perombakan total terhadap kerangka tim peninggalan Didier Deschamps. Sebanyak 15 pemain yang tampil pada Piala Dunia terakhir kembali mendapat kepercayaan. Nama seperti Mbappé, Ousmane Dembélé, Michael Olise, Désiré Doué dan Bradley Barcola tetap menjadi pilihan di sektor penyerangan. Eduardo Camavinga kembali ke skuad setelah sebelumnya tidak masuk tim Prancis pada Piala Dunia 2026. Adrien Rabiot, Manu Koné, Warren Zaïre-Emery dan Rayan Cherki juga menjadi bagian dari pilihan Zidane untuk lini tengah. Komposisi tersebut memperlihatkan perpaduan pemain berpengalaman dengan sejumlah nama yang sedang berkembang.
Beberapa nama penting justru tidak terdapat dalam daftar pertama Zidane. Aurélien Tchouaméni tidak dipanggil karena masih menjalani proses untuk kembali mencapai kondisi terbaik setelah mengalami cedera. Zidane menjelaskan bahwa membiarkan Tchouaméni tetap bersama Real Madrid dianggap lebih baik bagi proses pemulihannya. Marcus Thuram juga termasuk pemain yang tidak masuk skuad karena persoalan kebugaran. Selain itu, N’Golo Kanté tidak mendapatkan tempat dalam daftar kali ini, sementara beberapa pemain berpengalaman lainnya juga tidak dipanggil. Absennya sejumlah nama tersebut memberikan kesempatan kepada pemain lain untuk menunjukkan kemampuan selama periode internasional mendatang.
Untuk posisi penjaga gawang, Zidane memilih Mike Maignan, Robin Risser dan debutan Guillaume Restes. Lini pertahanan dihuni Andy Diouf, Jérémy Jacquet, Pierre Kalulu, Ibrahima Konaté, Jules Koundé, Maxence Lacroix, Adrien Truffert dan Dayot Upamecano. Enam pemain mengisi sektor tengah, yaitu Eduardo Camavinga, Rayan Cherki, Lucas Da Cunha, Manu Koné, Adrien Rabiot dan Warren Zaïre-Emery. Sementara lini depan berisi Bradley Barcola, Ousmane Dembélé, Désiré Doué, Estéban Lepaul, Kylian Mbappé serta Michael Olise. Total 23 pemain tersebut akan menjadi kelompok pertama yang bekerja secara langsung dengan Zidane di tim nasional senior. Komposisi itu sekaligus memberikan gambaran awal mengenai pemain yang menjadi bagian dari rencana sang pelatih.
Mbappé tetap menjadi salah satu figur utama dalam proyek baru tersebut. Zidane memastikan penyerang Real Madrid itu akan melanjutkan tugas sebagai kapten tim nasional Prancis. Menurut data yang dilaporkan Reuters, Mbappé telah mencetak 66 gol bersama Les Bleus dan memegang rekor pencetak gol terbanyak tim nasional. Keberadaannya memberikan unsur kontinuitas ketika Prancis memasuki periode baru setelah pergantian pelatih. Zidane juga mempunyai hubungan yang panjang dengan Real Madrid, klub yang kini diperkuat Mbappé, meskipun keduanya tidak bekerja bersama di sana pada periode kepelatihan sebelumnya. Perpaduan kepemimpinan Zidane dari sisi lapangan dan Mbappé sebagai kapten akan menjadi salah satu bagian yang banyak diperhatikan pada pertandingan-pertandingan awal Prancis.
Zidane ditunjuk sebagai pelatih Prancis pada Juli 2026 untuk menggantikan Deschamps dan mendapatkan kontrak hingga Piala Dunia 2030. Penunjukan tersebut membawa mantan gelandang berusia 54 tahun itu kembali ke lingkungan tim nasional yang pernah dibawanya menjuarai Piala Dunia 1998 sebagai pemain. Dalam karier kepelatihannya, Zidane sebelumnya mencatat pencapaian besar bersama Real Madrid dengan memenangkan Liga Champions tiga musim secara beruntun. Ia mengatakan mempunyai keterikatan kuat dengan tim nasional Prancis dan memahami besarnya tanggung jawab yang kini diberikan kepadanya. Zidane juga menekankan bahwa kehadirannya bukan dimaksudkan untuk memutus seluruh hal dari era sebelumnya, melainkan melanjutkannya dengan gagasan yang dimilikinya.
Pertandingan kompetitif pertama Zidane sebagai pelatih Les Bleus akan berlangsung menghadapi Turki pada 25 September 2026. Setelah itu, Prancis dijadwalkan menjalani pertandingan tandang melawan Belgia sebelum melanjutkan rangkaian Nations League dengan menghadapi Italia dan kembali bertemu Belgia pada Oktober. Empat pertandingan tersebut akan menjadi kesempatan pertama untuk melihat bagaimana Zidane menerapkan pendekatan permainannya di tim nasional. Perhatian juga akan tertuju kepada lima debutan yang kini mendapatkan peluang menembus skuad senior untuk pertama kalinya. Dengan tetap mempertahankan kerangka pemain utama sekaligus membuka pintu kepada wajah baru, Zidane memulai pekerjaannya dengan kombinasi kontinuitas dan regenerasi. Rangkaian Nations League tersebut menjadi tahap awal perjalanan Les Bleus menuju Euro 2028 dan Piala Dunia 2030.