Jakarta, 4 Mei 2026 – Momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional dimanfaatkan sejumlah mahasiswa untuk menyuarakan kritik terhadap kebijakan pendidikan. Aksi yang digelar di berbagai daerah ini menyoroti sejumlah isu yang dinilai perlu segera dibenahi.
Mahasiswa menyampaikan aspirasi terkait akses pendidikan, kualitas pembelajaran, hingga beban biaya yang masih dirasakan oleh sebagian masyarakat. Mereka menilai kebijakan yang ada belum sepenuhnya menjawab kebutuhan di lapangan.
Dalam aksi tersebut, peserta membawa berbagai spanduk dan poster berisi tuntutan perbaikan sistem pendidikan. Mereka juga menyerukan pentingnya pemerataan fasilitas pendidikan di seluruh wilayah Indonesia.
Selain itu, mahasiswa menyoroti pentingnya peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik. Guru dinilai memiliki peran sentral dalam menciptakan kualitas pendidikan yang baik.
Aksi berlangsung dengan tertib di bawah pengawasan aparat keamanan. Pihak berwenang memastikan kegiatan berjalan aman tanpa mengganggu ketertiban umum.
Pengamat pendidikan menilai bahwa aksi mahasiswa merupakan bagian dari partisipasi publik dalam pembangunan sektor pendidikan. Kritik yang disampaikan diharapkan dapat menjadi masukan bagi pemerintah.
Di sisi lain, pemerintah menyatakan terbuka terhadap aspirasi yang disampaikan. Evaluasi terhadap kebijakan pendidikan akan terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas sistem yang ada.
Mahasiswa juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama membangun pendidikan yang lebih inklusif dan berkualitas. Kolaborasi dinilai penting dalam mencapai tujuan tersebut.
Peringatan Hari Pendidikan Nasional menjadi momentum refleksi bagi semua pihak. Tantangan di sektor pendidikan masih memerlukan perhatian serius.
Dengan adanya aksi ini, diharapkan dialog antara mahasiswa dan pemerintah dapat terus terjalin demi mewujudkan sistem pendidikan yang lebih baik di Indonesia.