Jakarta, 13 Mei 2026 – Suasana emosional terlihat usai sidang tuntutan kasus pengadaan Chromebook yang menyeret nama Nadiem Makarim. Setelah mendengarkan tuntutan jaksa yang meminta hukuman 18 tahun penjara, Nadiem tampak memeluk dan mencium orang tua serta istrinya di luar ruang sidang.
Momen tersebut menjadi perhatian publik karena memperlihatkan suasana haru di tengah proses hukum yang sedang berlangsung. Sejumlah keluarga dan kerabat terlihat mendampingi Nadiem selama persidangan, sementara pengunjung sidang dan awak media turut menyaksikan interaksi emosional tersebut setelah agenda tuntutan selesai dibacakan.
Dalam persidangan, jaksa penuntut umum sebelumnya memaparkan berbagai pertimbangan yang menjadi dasar tuntutan terkait kasus pengadaan perangkat Chromebook untuk program digitalisasi pendidikan. Perkara tersebut menjadi sorotan luas karena menyangkut penggunaan anggaran negara dalam skala besar serta kebijakan di sektor pendidikan nasional.
Pihak kuasa hukum Nadiem menyatakan akan menyiapkan nota pembelaan atau pledoi untuk menanggapi tuntutan yang diajukan jaksa. Mereka menilai masih terdapat sejumlah fakta persidangan yang perlu dipertimbangkan lebih lanjut oleh majelis hakim sebelum putusan akhir dijatuhkan. Sementara itu, proses persidangan masih akan berlanjut sesuai tahapan hukum yang berlaku.
Pengamat hukum menilai ekspresi emosional keluarga dalam kasus besar seperti ini merupakan hal yang wajar mengingat tekanan psikologis yang muncul selama proses persidangan. Namun mereka juga mengingatkan bahwa seluruh proses hukum harus tetap dihormati dan penilaian akhir terhadap perkara berada sepenuhnya di tangan majelis hakim berdasarkan fakta dan alat bukti di pengadilan.