Jakarta, 20 Mei 2026 – Presiden Prabowo Subianto menghadiri rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia untuk pertama kalinya sejak menjabat sebagai kepala negara guna menyampaikan pidato terkait kondisi dan arah ekonomi makro Indonesia. Kehadiran Prabowo dalam sidang tersebut menjadi perhatian besar karena pidato yang disampaikan dinilai akan memberikan gambaran mengenai strategi pemerintah menghadapi tantangan ekonomi nasional dan global dalam beberapa tahun ke depan.
Dalam pidatonya, Prabowo menyoroti pentingnya menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan global seperti gejolak nilai tukar, ketidakpastian geopolitik, dan perlambatan ekonomi dunia. Ia menegaskan pemerintah akan fokus memperkuat ketahanan pangan, energi, dan industri nasional sebagai fondasi utama pembangunan ekonomi. Selain itu, Prabowo juga menyinggung pentingnya hilirisasi sumber daya alam, peningkatan investasi, dan penciptaan lapangan kerja untuk memperkuat daya tahan ekonomi Indonesia di tengah persaingan global yang semakin ketat.
Rapat paripurna tersebut dihadiri pimpinan DPR, anggota kabinet, serta sejumlah pejabat tinggi negara. Suasana sidang berlangsung cukup serius karena pidato ekonomi makro dianggap menjadi salah satu arah kebijakan penting pemerintahan baru. Sejumlah anggota DPR memberikan perhatian khusus terhadap isu inflasi, stabilitas rupiah, subsidi energi, hingga perlindungan daya beli masyarakat yang belakangan menjadi sorotan akibat tekanan ekonomi global dan kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok.
Para pengamat ekonomi menilai pidato perdana Prabowo di DPR menjadi momentum penting untuk menunjukkan visi pemerintah terhadap pengelolaan ekonomi nasional. Mereka menilai fokus pada ketahanan pangan dan energi mencerminkan upaya pemerintah mengurangi ketergantungan terhadap impor dan memperkuat kapasitas produksi domestik. Namun sejumlah ekonom juga mengingatkan bahwa tantangan ke depan tidak ringan karena pemerintah harus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, stabilitas fiskal, dan perlindungan sosial bagi masyarakat.
Kehadiran Prabowo dalam rapat paripurna DPR ini juga dipandang sebagai simbol awal hubungan kerja antara pemerintah dan parlemen di bawah kepemimpinannya. Banyak pihak berharap komunikasi antara eksekutif dan legislatif dapat berjalan baik demi mendukung kebijakan ekonomi yang stabil dan berkelanjutan. Di tengah dinamika ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian, publik kini menunggu bagaimana arah kebijakan pemerintah akan diterjemahkan menjadi langkah konkret untuk menjaga pertumbuhan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.