Jakarta, 1 Oktober 2026 – Pratikno menanggapi kabar pergantian dirinya dari posisi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) dengan pernyataan singkat. Sebelum pelantikan pejabat Kabinet Merah Putih berlangsung di Istana Negara, Kamis (1/10/2026), ia meminta seluruh pihak tetap bekerja lebih baik dan produktif. Saat itu, nama Menteri Luar Negeri Sugiono santer disebut akan menggantikannya. Pratikno tidak membenarkan maupun membantah kabar tersebut dan memilih menunggu pengumuman resmi.
Ketika tiba di kompleks Istana Kepresidenan, Pratikno mengaku mendapatkan undangan untuk menghadiri agenda pelantikan. Namun, ia mengatakan belum mengetahui secara pasti siapa saja yang akan dilantik Presiden Prabowo Subianto. Saat kembali ditanya mengenai kemungkinan Sugiono menggantikannya, Pratikno hanya meminta awak media menunggu sampai prosesi pelantikan selesai. Ia juga tidak memberikan kepastian ketika ditanya mengenai kemungkinan memperoleh penugasan lain setelah tidak lagi menjabat Menko PMK.
Sebelumnya pada Kamis siang, Pratikno juga sempat ditanya mengenai isu perombakan kabinet setelah menghadiri agenda di Jakarta Selatan. Ia merespons pertanyaan tersebut dengan tertawa dan mengatakan belum memperoleh informasi mengenai pergantian dirinya. Ketika pertanyaan diarahkan secara khusus pada kemungkinan Sugiono menjadi Menko PMK, Pratikno kembali menyatakan belum menerima pemberitahuan. Sikap tersebut membuat kepastian mengenai perubahan posisi baru diketahui ketika Presiden menggelar pelantikan pada sore harinya.
Kabar pergantian itu akhirnya terkonfirmasi setelah Presiden Prabowo resmi melantik Sugiono sebagai Menko PMK di Istana Negara. Sugiono menggantikan Pratikno berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 104P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih sisa masa jabatan 2024–2029. Keputusan tersebut ditetapkan Presiden pada 30 September 2026. Sugiono kemudian mengikuti pengucapan sumpah jabatan bersama sejumlah pejabat lain yang mendapat penugasan baru.
Sugiono sebelumnya menjabat Menteri Luar Negeri sejak awal pemerintahan Prabowo-Gibran pada Oktober 2024. Dengan perpindahannya ke Kemenko PMK, jabatan Menteri Luar Negeri kemudian dipercayakan kepada Arrmanatha Christiawan Nasir. Perubahan tersebut menjadi bagian dari perombakan kabinet yang dilakukan Presiden pada 1 Oktober 2026. Selain Menko PMK dan Menlu, Presiden juga melakukan pergantian maupun penyesuaian pada sejumlah kementerian dan lembaga negara.
Pratikno sendiri memimpin Kemenko PMK sejak Kabinet Merah Putih dibentuk pada Oktober 2024. Sebelumnya, ia merupakan Menteri Sekretaris Negara selama dua periode pemerintahan Presiden Joko Widodo. Dengan demikian, Pratikno telah berada di jajaran pemerintahan pusat selama sekitar 12 tahun sebelum pergantian posisi pada Oktober 2026. Selepas pergantian tersebut, belum ada pengumuman resmi mengenai posisi pemerintahan lain yang akan diberikan kepadanya.
Pernyataan Pratikno agar semua pihak bekerja lebih baik dan produktif pun menjadi responsnya menjelang kepastian pergantian jabatan tersebut. Beberapa saat setelah komentarnya disampaikan, pelantikan di Istana memastikan Sugiono resmi mengambil alih posisi Menko PMK. Perubahan itu sekaligus mengakhiri masa jabatan Pratikno di kementerian koordinator yang menangani bidang pembangunan manusia dan kebudayaan. Sementara Sugiono kini memulai tugas baru setelah sebelumnya selama hampir dua tahun memimpin Kementerian Luar Negeri.