Gifu, 24 September 2026 – Kontingen Indonesia kembali menambah koleksi medali Asian Games Aichi-Nagoya 2026 melalui cabang olahraga dayung. Pasangan Ali Mardiansyah dan Rafiq Wijdan Yasir berhasil meraih medali perak pada nomor lightweight men’s double sculls, Kamis. Bertanding di Nagaragawa International Regatta Course, keduanya menyelesaikan perlombaan final dengan catatan waktu 6 menit 23,41 detik. Hasil tersebut menempatkan pasangan Indonesia di posisi kedua.
Ali dan Rafiq harus mengakui keunggulan pasangan Uzbekistan, Shakhzod Nurmatov dan Sobirjon Safaroliyev, yang keluar sebagai juara. Wakil Indonesia terpaut 3,47 detik dari pasangan Uzbekistan dalam perebutan posisi teratas. Sementara itu, medali perunggu menjadi milik pasangan Hong Kong Lam San Tung dan Chan Tik Lun. Pasangan Hong Kong menyelesaikan final dengan waktu 6 menit 24,84 detik.
Persaingan berlangsung ketat karena selisih waktu antara Indonesia dan Hong Kong relatif tipis. Ali/Rafiq mampu mempertahankan posisi untuk memastikan tempat kedua hingga melewati garis finis. Catatan 6 menit 23,41 detik akhirnya cukup untuk membawa mereka berdiri di podium Asian Games. Tambahan medali tersebut sekaligus memperkuat kontribusi cabang dayung terhadap perolehan medali Indonesia pada pertandingan Kamis.
Keberhasilan tersebut bukan hasil pertama Ali dan Rafiq di kompetisi internasional. Keduanya sebelumnya mencetak sejarah dengan meraih medali perak Kejuaraan Dunia Dayung 2025 di Shanghai, China. Saat itu mereka membukukan waktu 6 menit 47,40 detik dan berada di belakang pasangan China Li Yawei dan Sun Man yang mencatat 6 menit 44,90 detik. Perak tersebut menjadi medali pertama Indonesia dalam sejarah keikutsertaan di Kejuaraan Dunia Dayung.
Prestasi di Shanghai membuat Ali/Rafiq menjadi salah satu pasangan yang mendapat perhatian menjelang final Asian Games 2026. Mereka datang dengan pengalaman menghadapi persaingan tingkat dunia serta catatan performa yang cukup kuat pada nomor lightweight men’s double sculls. Ketika kesempatan medali kembali hadir di Gifu, keduanya berhasil menjaga konsistensi hingga finis di posisi kedua. Hasil tersebut memperlihatkan kemampuan pasangan Indonesia untuk kembali bersaing di level internasional.
Tim dayung Indonesia sendiri memasuki pertandingan Kamis dengan enam wakil di Final A. Selain lightweight men’s double sculls, Indonesia juga mempunyai wakil pada men’s double sculls, men’s pair, women’s single sculls, men’s quadruple sculls, dan men’s four. Dua nomor putri lainnya, yakni women’s four dan women’s pair, berlomba di Final B. Banyaknya wakil yang mencapai perlombaan final memberikan sejumlah kesempatan bagi Indonesia untuk menambah medali.
Medali Ali/Rafiq menjadi salah satu tambahan penting bagi Indonesia pada Kamis siang. Sebelumnya, tim menembak putra yang diperkuat Muhamad Iqbal Raia Prabowo, Sulthanul Aulia Maruf, dan Wira Sukmana juga meraih perak pada nomor beregu 10 meter air pistol. Tim Indonesia mencatat 1.743-57x, sama dengan China yang mengoleksi 1.743 poin tetapi unggul dengan 70 inner-10. Jepang berada di posisi ketiga dengan 1.730-54x.
Indonesia pada periode yang sama memperoleh tambahan medali dari beberapa cabang lain. Tim sepak takraw putra menyumbangkan perunggu, sementara Sayu Bella Sukma Dewi mendapatkan perunggu pada nomor women’s cross country cabang balap sepeda. Perolehan medali Indonesia masih terus bergerak karena sejumlah final berlangsung sepanjang Kamis. Karena itu, posisi klasemen dan jumlah medali pada pertengahan hari belum merupakan hasil akhir pertandingan 24 September.
Bagi cabang dayung, keberhasilan Ali/Rafiq memperpanjang catatan positif setelah prestasi mereka pada Kejuaraan Dunia 2025. Keduanya juga memiliki pengalaman bersama dalam tim Indonesia pada berbagai nomor sebelumnya. Pada SEA Games 2025, Ali dan Rafiq termasuk dalam susunan tim quadruple sculls putra Indonesia bersama Ihram dan Ardi Isadi. Pengalaman bertanding bersama menjadi modal dalam menjaga performa menghadapi persaingan yang semakin ketat di tingkat Asia.
Medali perak Asian Games 2026 menegaskan konsistensi Ali Mardiansyah dan Rafiq Wijdan Yasir dalam dua kejuaraan besar secara beruntun. Setelah mencatat sejarah dengan perak Kejuaraan Dunia 2025, keduanya kembali naik podium melalui nomor yang sama di Asian Games Aichi-Nagoya. Catatan waktu 6 menit 23,41 detik membawa Indonesia berada di belakang Uzbekistan dan mengungguli Hong Kong dalam final. Hasil tersebut sekaligus menjadi tambahan berharga bagi kontingen Merah Putih dalam persaingan medali Asian Games 2026.