Jakarta, 7 September 2026 – Pembalap Ferrari Charles Leclerc mengungkap kondisi yang sempat membuatnya khawatir setelah mengalami kecelakaan keras dalam Formula 1 GP Italia 2026 di Sirkuit Monza, Minggu, 6 September 2026. Leclerc mengaku penglihatan mata kanannya sempat terganggu beberapa saat setelah mobil Ferrari SF-26 yang dikendarainya menghantam pembatas dengan keras di kawasan Parabolica. Gangguan tersebut menjadi perhatian utama Leclerc ketika berhasil keluar dari mobil, meskipun kondisinya kemudian berangsur kembali normal. Pembalap asal Monako itu juga merasakan sejumlah nyeri pada tubuhnya akibat benturan keras yang dialami. Meski telah dinyatakan dalam kondisi baik setelah pemeriksaan awal, Leclerc berencana menjalani pemeriksaan medis tambahan untuk memastikan dirinya benar-benar siap mengikuti balapan berikutnya.
Kecelakaan terjadi pada fase awal GP Italia ketika Leclerc kehilangan kendali atas mobilnya di Parabolica dalam kecepatan tinggi. Ferrari yang dikendarainya meluncur keluar lintasan sebelum menghantam pembatas dengan benturan cukup keras hingga menyebabkan kerusakan besar pada mobil. Insiden tersebut membuat pengawas balapan mengibarkan bendera merah karena pembatas membutuhkan perbaikan dan mobil Leclerc harus dievakuasi. Balapan pun dihentikan sementara sebelum akhirnya dapat dilanjutkan kembali. Bagi Ferrari dan para pendukungnya yang memadati Monza, kecelakaan itu menjadi pukulan besar karena Leclerc harus mengakhiri balapan kandang tim hanya beberapa lap setelah start.
Leclerc mampu keluar dari kokpit tanpa bantuan dan berjalan meninggalkan lokasi kecelakaan. Namun, ia kemudian terlihat duduk di sekitar lintasan untuk beberapa saat sambil mendapatkan pengawasan dari petugas medis. Sesuai prosedur setelah benturan keras, Leclerc dibawa menuju pusat medis sirkuit untuk menjalani pemeriksaan lebih menyeluruh. Tidak ditemukan cedera serius dalam evaluasi awal sehingga pembalap berusia 28 tahun tersebut diperbolehkan meninggalkan pusat medis. Ferrari juga memastikan kondisi pembalapnya baik, meskipun pemantauan lanjutan tetap dilakukan setelah insiden berkecepatan tinggi tersebut.
Setelah pemeriksaan, Leclerc menjelaskan masalah terbesar yang dirasakannya bukan pada leher, melainkan penglihatannya. Mata kanan Leclerc sempat tidak memberikan penglihatan yang baik ketika ia baru keluar dari mobil sehingga kondisi tersebut membuatnya cukup khawatir. Beruntung, gangguan tersebut hanya berlangsung sementara dan penglihatannya kemudian kembali normal. Leclerc juga mengaku mengalami rasa sakit di beberapa bagian tubuh, termasuk tangan, tetapi menganggap kondisi itu dapat terjadi setelah menerima benturan sekeras yang dialaminya. Ia menegaskan secara umum dirinya merasa baik setelah keluar dari pusat medis.
Walaupun kondisi awal cukup meyakinkan, Leclerc tidak ingin mengambil risiko terhadap kesehatannya. Ia mengatakan masih akan menjalani beberapa pemeriksaan tambahan pada Minggu malam hingga Senin untuk memastikan tidak terdapat masalah yang baru muncul setelah kecelakaan. Pemeriksaan tersebut sekaligus penting untuk menentukan kesiapannya menghadapi seri berikutnya di Madrid. Leclerc optimistis dirinya dapat kembali mengendarai Ferrari pada akhir pekan mendatang, tetapi keputusan akhirnya tetap akan mempertimbangkan kondisi kesehatan. Pendekatan tersebut dilakukan karena sejumlah efek benturan keras terkadang baru dapat dievaluasi secara lebih lengkap setelah beberapa waktu.
Penyebab kecelakaan sendiri masih menjadi bahan evaluasi Ferrari. Leclerc menjelaskan terdapat perbedaan yang ia rasakan pada penyaluran tenaga mobil antara lap pertama dan lap berikutnya ketika melewati Parabolica. Pada lap sebelumnya, ia merasakan sesuatu yang tidak biasa ketika menginjak pedal gas sehingga sempat mengurangi tekanan sebelum kembali berakselerasi. Ketika mencoba melakukan hal serupa pada lap berikutnya, bagian belakang mobil kehilangan kestabilan dan Leclerc tidak mampu mengoreksinya. Namun, ia memilih tidak mengambil kesimpulan mengenai penyebab pasti sebelum Ferrari memeriksa data telemetri dan kondisi mobil secara lengkap.
Insiden tersebut terjadi setelah Leclerc menjalani awal balapan yang sangat agresif. Dua pembalap Ferrari, Leclerc dan Lewis Hamilton, sempat bertarung ketat sejak tikungan pertama dan bahkan nyaris mengalami kontak yang lebih serius. Hamilton harus melebar setelah duel tersebut, sementara Leclerc melanjutkan balapan sebelum kemudian terlibat persaingan dengan sejumlah pembalap di depan. Menjelang kecelakaan, Leclerc juga tengah menghadapi tekanan Oscar Piastri ketika memasuki kawasan Parabolica. Namun, Leclerc belum menyatakan bahwa posisi Piastri menjadi penyebab dirinya kehilangan kendali karena Ferrari masih membutuhkan analisis data untuk memahami kejadian secara tepat.
Leclerc mengakui dirinya sangat kecewa karena kecelakaan terjadi dalam GP Italia, salah satu balapan paling penting bagi Ferrari sepanjang musim. Monza merupakan kandang Ferrari dan selalu dipenuhi pendukung yang berharap tim berlogo Kuda Jingkrak dapat meraih hasil besar. Leclerc sebelumnya memiliki kenangan istimewa di sirkuit tersebut setelah mencatat kemenangan pada beberapa kesempatan. Kali ini, peluang memberikan hasil positif kepada tifosi berakhir sangat cepat akibat kecelakaan. Situasi semakin mengecewakan karena Leclerc datang ke Monza dengan harapan dapat mengumpulkan poin penting dalam persaingan musim 2026.
Kecelakaan tersebut juga mengingatkan pada insiden Leclerc di lokasi yang hampir sama pada GP Italia 2020. Ketika itu, dirinya juga kehilangan kendali di Parabolica dan mengalami kecelakaan keras yang menyebabkan balapan dihentikan dengan bendera merah. Enam tahun kemudian, Leclerc kembali mengalami kejadian berat di bagian cepat Sirkuit Monza tersebut. Perbedaan utamanya, perhatian setelah kecelakaan 2026 tidak hanya tertuju pada kerusakan mobil, tetapi juga gangguan penglihatan sementara yang dialaminya. Kondisi itu membuat pemeriksaan lanjutan menjadi penting sebelum Leclerc kembali menjalani aktivitas balapan dengan intensitas tinggi.
Fokus Leclerc kini beralih pada pemulihan dan pemeriksaan medis menjelang seri berikutnya di Madrid. Ia berharap hasil evaluasi lanjutan memastikan tidak ada masalah kesehatan yang dapat menghalanginya kembali berada di balik kemudi Ferrari SF-26. Penglihatannya telah kembali normal setelah sempat terganggu dan pemeriksaan awal tidak menemukan cedera serius, tetapi Ferrari tetap harus memastikan kondisi pembalapnya sepenuhnya aman. Leclerc sendiri optimistis dapat kembali berlomba dan ingin segera bangkit setelah akhir pekan mengecewakan di Monza. Kepastian mengenai kondisinya akan menjadi perhatian menjelang GP berikutnya, terutama setelah kerasnya benturan yang mengakhiri balapan kandang Ferrari secara prematur.