Jakarta, 10 September 2026 – Kylian Mbappe terus menorehkan jejak penting dalam sejarah Liga Champions setelah menyamai catatan gol legenda Real Madrid, Raul Gonzalez. Penyerang asal Prancis tersebut kini mengoleksi 71 gol di kompetisi elite Eropa setelah mencetak gol saat Real Madrid mengalahkan Inter Milan 2-1 pada pertandingan pembuka fase liga musim 2026/2027. Torehan tersebut menempatkan Mbappe bersama Raul di posisi kelima daftar pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Liga Champions. Pada usia 27 tahun, peluang Mbappe untuk terus bergerak naik dalam daftar tersebut masih sangat terbuka. Rekor 140 gol milik Cristiano Ronaldo menjadi pencapaian terbesar yang berpotensi dibidiknya apabila produktivitasnya dapat dipertahankan dalam beberapa musim mendatang.
Gol ke-71 Mbappe tercipta di Santiago Bernabeu ketika Madrid menghadapi Inter pada Selasa, 8 September 2026 waktu setempat. Mbappe membuka keunggulan tuan rumah pada menit ke-14 setelah memanfaatkan kesalahan pertahanan tim asal Italia tersebut. Federico Valverde kemudian menambah gol kedua Madrid, sementara Carlos Augusto memperkecil ketertinggalan Inter pada babak kedua. Skor 2-1 bertahan hingga pertandingan selesai dan memberikan tiga poin pertama kepada Los Blancos. Bagi Mbappe, satu gol tersebut mempunyai nilai individual besar karena membawanya masuk lima besar pencetak gol sepanjang masa kompetisi.
Mbappe membutuhkan 99 pertandingan untuk menghasilkan 71 gol di Liga Champions. Catatan tersebut jauh lebih cepat dibandingkan Raul yang membutuhkan 142 penampilan untuk mencapai jumlah yang sama. Produktivitas tinggi Mbappe terlihat sejak dirinya pertama kali bermain di Liga Champions bersama AS Monaco pada musim 2016/2017. Ia kemudian mempertahankan ketajamannya ketika memperkuat Paris Saint-Germain sebelum bergabung dengan Real Madrid. Konsistensi tersebut membuat namanya terus mendekati para legenda yang selama bertahun-tahun menguasai daftar pencetak gol kompetisi Eropa.
Sebanyak enam gol Liga Champions Mbappe dihasilkan ketika memperkuat Monaco. Setelah pindah ke PSG, ia menambah 42 gol dari 64 pertandingan bersama klub ibu kota Prancis tersebut. Bersama Real Madrid, Mbappe sejauh ini telah menghasilkan 23 gol dari 26 penampilan di Liga Champions. Total keseluruhannya mencapai 71 gol dalam 99 pertandingan. Statistik tersebut menunjukkan bahwa perpindahan klub tidak mengurangi produktivitas Mbappe di kompetisi Eropa.
Raul sebelumnya menjadi simbol ketajaman Real Madrid di Liga Champions selama bertahun-tahun. Mantan kapten Los Blancos tersebut menghasilkan 66 gol ketika memperkuat Madrid dan menambah lima gol bersama Schalke 04 sehingga mengakhiri kariernya dengan 71 gol. Catatan itu pernah membuat Raul menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah kompetisi sebelum era Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi mengubah standar produktivitas. Kini Mbappe telah berdiri sejajar dengan salah satu legenda terbesar Santiago Bernabeu tersebut. Satu gol tambahan akan membuat penyerang Prancis itu meninggalkan Raul sendirian di posisi keenam.
Target terdekat Mbappe setelah melewati Raul adalah Karim Benzema. Mantan penyerang Real Madrid tersebut mempunyai koleksi 90 gol Liga Champions sehingga terdapat selisih 19 gol dengan Mbappe. Setelah Benzema terdapat Robert Lewandowski dengan 109 gol dan Lionel Messi dengan 129 gol. Cristiano Ronaldo masih berada di posisi teratas dengan 140 gol. Jarak antara Mbappe dan Ronaldo saat ini mencapai 69 gol sehingga dibutuhkan konsistensi dalam jangka panjang untuk menyamai pencapaian pemain Portugal tersebut.
Cristiano Ronaldo membangun rekor tersebut melalui 183 pertandingan Liga Champions. Ia mencetak 21 gol bersama Manchester United, 105 gol untuk Real Madrid dan 14 gol ketika memperkuat Juventus. Periode bersama Madrid menjadi fase paling produktif sekaligus menjadikannya identik dengan kompetisi tersebut. Ronaldo juga masih memegang berbagai rekor lain, termasuk jumlah penampilan terbanyak dan torehan 17 gol dalam satu musim Liga Champions pada 2013/2014. Mbappe karena itu tidak hanya mengejar sebuah angka, tetapi standar yang dibangun melalui perjalanan panjang lebih dari satu dekade.
Menariknya, kecepatan Mbappe dalam mengumpulkan gol memberikan peluang untuk mendekati Ronaldo. Mbappe membutuhkan 98 pertandingan untuk mencapai 70 gol, sementara Ronaldo baru mencapai jumlah tersebut pada pertandingan ke-106. Rata-rata produktivitas keduanya juga berada pada tingkat yang relatif berdekatan apabila dihitung berdasarkan menit bermain. Perbedaannya adalah Ronaldo meningkatkan produktivitas secara luar biasa ketika memasuki periode terbaik bersama Real Madrid. Mbappe harus mempertahankan ketajamannya hingga usia 30-an apabila ingin benar-benar mengancam rekor tersebut.
Format Liga Champions saat ini dapat memberikan keuntungan tambahan bagi pemain seperti Mbappe. Setiap klub memainkan minimal delapan pertandingan pada fase liga, lebih banyak dibandingkan enam laga dalam format fase grup sebelumnya. Klub yang harus melalui play-off dan kemudian melaju hingga final bahkan dapat memainkan hingga 17 pertandingan dalam satu musim. Semakin jauh Real Madrid melangkah, semakin banyak kesempatan Mbappe menambah koleksi golnya. Faktor tersebut membuat peluang mengejar rekor generasi sebelumnya menjadi lebih terbuka, meskipun tetap membutuhkan produktivitas luar biasa selama bertahun-tahun.
Musim lalu menjadi bukti bahwa Mbappe dapat menghasilkan gol dalam jumlah besar di Liga Champions. Ia mengakhiri kompetisi 2025/2026 dengan 15 gol dan menjadi pencetak gol terbanyak turnamen. Namun, ketajaman individual tersebut belum mampu membawa Real Madrid meraih gelar karena perjalanan mereka terhenti pada perempat final. Kondisi itu menjadi pengingat bahwa Mbappe tidak hanya mengejar rekor personal. Trofi Liga Champions bersama Madrid tetap menjadi target utama dalam perjalanan kariernya.
Mbappe sendiri telah menegaskan bahwa dirinya tidak ingin berhenti mencetak gol, tetapi gelar mempunyai arti lebih besar dibandingkan sekadar statistik individu. Ia pernah mencapai final Liga Champions bersama Paris Saint-Germain pada 2020, tetapi belum berhasil mengangkat trofi. Kepindahannya ke Real Madrid memberikan peluang besar untuk mengejar gelar yang belum terdapat dalam koleksi prestasinya tersebut. Madrid merupakan klub tersukses dalam sejarah kompetisi dan mempunyai tradisi kuat dalam pertandingan Eropa. Kombinasi ambisi pribadi Mbappe dan sejarah klub membuat setiap musim Liga Champions membawa ekspektasi sangat tinggi.
Persaingan mengejar Ronaldo juga tidak hanya melibatkan Mbappe. Erling Haaland menjadi ancaman besar karena sudah mengumpulkan 59 gol dari hanya 59 pertandingan Liga Champions. Penyerang Manchester City itu bahkan mempunyai rasio gol lebih tinggi dan berusia setahun lebih muda dibandingkan Mbappe. Dengan demikian, tahun-tahun mendatang berpotensi menghadirkan persaingan dua penyerang generasi baru untuk mendekati catatan Ronaldo. Seberapa jauh klub masing-masing melangkah setiap musim akan sangat menentukan kecepatan mereka menambah jumlah pertandingan dan gol.
Menyamai 71 gol Raul merupakan tonggak penting, tetapi perjalanan Mbappe menuju puncak daftar pencetak gol Liga Champions masih panjang. Benzema, Lewandowski dan Messi menjadi tiga nama yang terlebih dahulu harus dilewati sebelum dirinya benar-benar mendekati Cristiano Ronaldo. Dengan usia 27 tahun, produktivitas tinggi dan kesempatan bermain bersama Real Madrid, peluang tersebut tetap terbuka. Tantangan terbesar adalah mempertahankan kebugaran, ketajaman dan konsistensi di Liga Champions selama bertahun-tahun. Jika mampu melakukan itu, persaingan Mbappe mengejar 140 gol milik Ronaldo dapat menjadi salah satu cerita terbesar Liga Champions dalam dekade mendatang.