Jakarta, 4 September 2026 – Platform microdrama V+Short mencatat pertumbuhan pengguna yang signifikan hanya dalam waktu empat bulan sejak resmi diluncurkan pada Mei 2026. CEO V+Short Clarissa Tanoesoedibjo mengungkapkan platform tersebut kini telah menjangkau sekitar 10 juta pengguna di seluruh dunia. Menariknya, mayoritas pengguna justru tidak berasal dari Indonesia karena sekitar 93 persen tercatat datang dari pasar internasional. Sementara itu, konsumsi dari pasar domestik berada di kisaran 7 persen dari keseluruhan pengguna. Capaian tersebut menunjukkan format hiburan microdrama mampu bergerak melampaui batas negara dan menjangkau kelompok penonton dengan latar budaya berbeda. Pertumbuhan itu sekaligus memperkuat strategi V+Short yang sejak awal memang dikembangkan sebagai produk dengan orientasi pasar global.
Clarissa menyampaikan perkembangan tersebut dalam sebuah forum di Hotel Gran Melia, Jakarta Selatan, Kamis, 3 September 2026. Menurutnya, komposisi pengguna internasional yang mencapai 93 persen menjadi salah satu bagian paling menarik dari perjalanan V+Short sejak peluncuran. Platform tersebut menghadirkan kombinasi konten lokal dan internasional dengan pendekatan produksi yang beragam. Sebagian tayangan diproduksi menggunakan format live-action, sementara teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) juga mulai digunakan untuk mendukung pengembangan konten. Keragaman tersebut memungkinkan V+Short menawarkan cerita yang dapat disesuaikan dengan karakter pengguna di berbagai wilayah. Pendekatan global sejak awal akhirnya memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan pengguna dalam waktu relatif singkat.
Pemanfaatan AI menjadi salah satu instrumen yang digunakan untuk mempercepat ekspansi internasional V+Short. Teknologi tersebut membantu proses lokalisasi bahasa sekaligus penyesuaian konten agar lebih relevan dengan karakteristik pasar tertentu. Dalam bisnis hiburan digital global, lokalisasi menjadi tantangan karena sebuah cerita yang berhasil menarik perhatian di satu negara belum tentu dapat diterima dengan cara sama di wilayah lain. Perbedaan bahasa, kebiasaan, referensi budaya, hingga pola konsumsi membutuhkan penyesuaian agar cerita tetap mudah dipahami. AI memungkinkan sebagian proses tersebut dilakukan secara lebih efisien dibandingkan apabila seluruh tahapan dikerjakan secara konvensional. Namun V+Short tetap mengombinasikan pemanfaatan teknologi dengan produksi live-action untuk mempertahankan keberagaman pengalaman menonton.
Pertumbuhan microdrama sendiri menjadi fenomena yang semakin terlihat dalam industri hiburan digital global. Format tersebut berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir setelah sebelumnya memperoleh popularitas besar di China. Berbeda dengan serial konvensional yang memiliki episode berdurasi puluhan menit, microdrama dirancang dalam episode sangat singkat sehingga lebih sesuai untuk dikonsumsi melalui perangkat seluler. Cerita biasanya bergerak cepat dengan konflik yang diperkenalkan sejak bagian awal agar perhatian penonton dapat dipertahankan. Pola tersebut cocok dengan kebiasaan pengguna digital yang semakin sering menikmati hiburan dalam jeda singkat di tengah aktivitas sehari-hari. Perubahan perilaku tersebut menciptakan pasar baru yang kemudian coba dimanfaatkan V+Short melalui pendekatan mobile-first.
Meski pengguna domestik baru menyumbang sekitar 7 persen, Indonesia tetap dinilai memiliki posisi strategis dalam perkembangan industri konten berdurasi pendek. Clarissa melihat struktur demografi Indonesia yang didominasi kelompok usia muda dan produktif memberikan peluang besar bagi format hiburan berbasis perangkat seluler. Tingkat penggunaan smartphone yang tinggi juga membuat masyarakat semakin terbiasa mengakses hiburan tanpa bergantung pada televisi maupun layar berukuran besar. Karakter tersebut sesuai dengan microdrama yang memang dirancang untuk ditonton secara cepat melalui ponsel. Indonesia juga memiliki industri sinetron dan drama yang telah berkembang selama puluhan tahun sehingga masyarakat relatif familiar dengan pola cerita emosional dan konflik intens. Kesamaan tersebut menjadi modal bagi pengembangan konten lokal yang nantinya juga dapat dibawa menuju pasar internasional.
V+Short kini melihat sejumlah negara berkembang sebagai pasar yang memiliki potensi besar untuk ekspansi berikutnya. India, Meksiko, dan Filipina menjadi beberapa negara yang mendapatkan perhatian karena memiliki karakter konsumsi serta kedekatan pola penceritaan dengan Indonesia. Clarissa menilai relevansi lintas budaya menjadi salah satu alasan konten dapat diterima dengan baik di negara-negara tersebut. Meksiko, misalnya, memiliki tradisi telenovela dengan unsur drama yang dalam sejumlah aspek memiliki kemiripan dengan sinetron Indonesia. India juga memiliki industri hiburan dengan basis penonton besar dan kecenderungan menikmati cerita yang kuat pada aspek keluarga maupun hubungan personal. Kesamaan tersebut memberikan peluang bagi cerita dari Indonesia dan Asia Tenggara untuk mendapatkan penonton tanpa harus kehilangan seluruh identitas lokalnya.
Keberhasilan memperoleh 10 juta pengguna dalam empat bulan ternyata tidak dibangun setelah aplikasi diluncurkan. Sebelum V+Short hadir secara resmi pada Mei 2026, perusahaan telah menjalankan pengujian konten berdurasi pendek selama sekitar satu tahun pada berbagai platform yang dimiliki. Uji A/B dilakukan untuk melihat bagaimana penonton merespons format, cerita, dan pendekatan tertentu sebelum perusahaan mengambil keputusan membangun aplikasi tersendiri. Respons awal yang melampaui ekspektasi kemudian menjadi salah satu dasar pengembangan V+Short sebagai platform khusus microdrama. Strategi tersebut membuat perusahaan telah memiliki sejumlah data mengenai perilaku penonton sebelum produk diperkenalkan secara lebih luas. Pertumbuhan setelah peluncuran kemudian berjalan lebih cepat dibandingkan pengalaman perusahaan dalam mengembangkan bisnis OTT dengan konten berdurasi panjang.
Keputusan meluncurkan V+Short secara internasional di Hong Kong juga menjadi bagian dari strategi global tersebut. Platform ini sejak awal tidak dirancang hanya untuk bersaing di pasar Indonesia sebelum kemudian melakukan ekspansi ke luar negeri. Perusahaan memilih membangun identitas internasional sejak hari pertama agar produk dapat memperoleh pengguna dari berbagai negara secara bersamaan. Hong Kong dipilih karena dinilai memiliki posisi yang dapat menghubungkan industri hiburan Asia dengan jaringan bisnis internasional. Strategi itu terlihat dari komposisi pengguna saat ini yang justru didominasi pasar luar negeri. Persentase 93 persen pengguna internasional memberikan indikasi awal bahwa pendekatan global-first berhasil membawa platform menjangkau audiens di luar basis pasar MNC Digital di Indonesia.
Pertumbuhan pengguna tersebut membuat kebutuhan terhadap pasokan konten baru juga meningkat. V+Short menargetkan sedikitnya 60 judul baru dapat dihadirkan setiap bulan untuk menjaga pilihan tontonan tetap segar. Sekitar separuh dari jumlah tersebut direncanakan berasal dari produksi internal atau in-house, sedangkan 50 persen lainnya menggunakan konten berlisensi dari pihak ketiga. Strategi tersebut memungkinkan perusahaan memperluas katalog tanpa seluruh produksi harus dikerjakan sendiri. Produksi internal memberikan kontrol lebih besar terhadap karakter cerita dan kebutuhan pengguna, sementara lisensi membuka akses kepada katalog yang telah tersedia dari berbagai pasar. Ke depan, pemanfaatan AI juga akan ditingkatkan untuk membantu kapasitas produksi mengikuti pertumbuhan jumlah pengguna.
Capaian 10 juta pengguna dalam empat bulan menjadi tonggak awal bagi V+Short, tetapi tantangan berikutnya adalah mempertahankan pertumbuhan sekaligus membangun pengguna yang aktif dan berkelanjutan. Dominasi 93 persen pengguna internasional menunjukkan pasar global memberikan peluang besar, tetapi pada saat bersamaan menuntut kemampuan memahami preferensi yang semakin beragam. V+Short harus menjaga keseimbangan antara produksi lokal, konten internasional, pemanfaatan AI, dan kualitas live-action agar katalog tidak hanya bertambah secara kuantitas. Target menghadirkan sedikitnya 60 judul setiap bulan menjadi salah satu strategi untuk mempertahankan minat pengguna di tengah persaingan platform hiburan digital. Ekspansi menuju India, Meksiko, Filipina, dan pasar potensial lainnya juga akan menjadi bagian penting dari tahap pertumbuhan berikutnya. Setelah memperoleh 10 juta pengguna hanya dalam empat bulan, kemampuan mengubah pertumbuhan cepat tersebut menjadi ekosistem microdrama global yang berkelanjutan akan menjadi ujian berikutnya bagi V+Short.