Jakarta, 11 September 2026 – Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menggagalkan peredaran ratusan cartridge yang diduga mengandung etomidate dengan nilai mencapai sekitar Rp1,5 miliar. Dalam pengungkapan tersebut, penyidik mengamankan sebanyak 531 cartridge yang diduga akan diedarkan secara ilegal. Pengungkapan menjadi perhatian karena etomidate pada dasarnya dikenal sebagai zat anestesi yang digunakan untuk kepentingan medis dengan pengawasan ketat, tetapi belakangan ditemukan disalahgunakan melalui perangkat rokok elektronik. Polisi menduga cartridge tersebut dipersiapkan untuk dipasarkan kepada konsumen tertentu melalui jaringan peredaran tertutup. Seluruh barang bukti kemudian diamankan untuk menjalani pemeriksaan laboratorium dan menjadi bagian dari proses penyidikan. Bareskrim juga melakukan penelusuran untuk mengungkap asal barang, jalur distribusi, dan pihak lain yang diduga terlibat.
Pengungkapan kasus berawal dari informasi mengenai dugaan peredaran cartridge berisi zat berbahaya yang masuk dalam pemantauan aparat. Tim kemudian melakukan penyelidikan untuk memetakan pergerakan barang serta orang-orang yang diduga memiliki keterkaitan dengan jaringan tersebut. Setelah informasi dianggap cukup, petugas melakukan penindakan dan menemukan ratusan cartridge yang menjadi objek penyelidikan. Barang tersebut dikemas dalam bentuk yang dapat digunakan pada perangkat vape sehingga secara fisik berpotensi menyerupai produk rokok elektronik pada umumnya. Kondisi itu menjadi tantangan tersendiri bagi aparat karena isi cartridge tidak selalu dapat diketahui hanya melalui pemeriksaan visual. Pengujian laboratorium diperlukan untuk memastikan jenis dan kadar zat yang terkandung di dalamnya.
Nilai keseluruhan barang bukti diperkirakan mencapai sekitar Rp1,5 miliar apabila seluruh cartridge berhasil diedarkan. Besarnya nilai tersebut menunjukkan potensi keuntungan yang dapat diperoleh jaringan dari penjualan produk ilegal. Harga per cartridge dapat menjadi tinggi karena produk diedarkan secara terbatas dan mengandung zat yang tidak diperuntukkan bagi penggunaan rekreasional. Polisi mendalami apakah barang tersebut diproduksi di dalam negeri atau didatangkan melalui jalur internasional sebelum masuk ke jaringan distribusi lokal. Penelusuran juga dilakukan terhadap komunikasi, transaksi keuangan, dan pergerakan paket yang diduga berkaitan dengan perkara. Langkah tersebut diperlukan agar penanganan tidak hanya berhenti pada penyitaan barang, tetapi dapat menjangkau pemasok maupun pengendali jaringan.
Etomidate merupakan obat anestesi intravena yang digunakan dalam praktik medis untuk membantu proses induksi anestesi pada kondisi tertentu. Penggunaannya dilakukan oleh tenaga kesehatan dengan mempertimbangkan dosis, kondisi pasien, dan pemantauan fungsi tubuh. Zat tersebut bukan produk yang dirancang untuk dihirup melalui vape maupun digunakan secara bebas untuk memperoleh efek tertentu. Penyalahgunaan tanpa pengawasan medis dapat menimbulkan risiko kesehatan serius karena pengguna tidak mengetahui kadar zat yang masuk ke tubuh. Efek terhadap kesadaran dan fungsi tubuh juga dapat terjadi secara tidak terduga apabila konsentrasi maupun campurannya tidak diketahui. Risiko semakin besar apabila cartridge diproduksi secara ilegal tanpa standar kualitas dan keamanan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Modus memasukkan zat tertentu ke dalam cartridge rokok elektronik menjadi perhatian aparat karena perangkat vape memiliki bentuk yang relatif kecil dan mudah dibawa. Cairan di dalam cartridge juga sulit dibedakan dari produk legal tanpa pemeriksaan lebih lanjut. Pelaku dapat memanfaatkan karakter tersebut untuk menyamarkan distribusi maupun menghindari kecurigaan ketika barang dipindahkan. Perdagangan melalui media sosial dan aplikasi komunikasi juga dapat mempertemukan penjual dengan pembeli tanpa menggunakan tempat transaksi terbuka. Karena itu, penyelidikan kasus semacam ini membutuhkan kombinasi pemeriksaan fisik, analisis digital, penelusuran transaksi, serta pengujian laboratorium. Polisi juga perlu bekerja sama dengan instansi terkait apabila ditemukan jalur masuk barang melalui impor maupun pengiriman internasional.
Penyidik Bareskrim mendalami kemungkinan adanya jaringan lebih luas di balik 531 cartridge yang berhasil diamankan. Jumlah barang bukti yang mencapai ratusan unit menunjukkan distribusi diduga telah dipersiapkan dalam skala cukup besar dan bukan hanya untuk penggunaan pribadi. Pemeriksaan terhadap pihak yang diamankan diharapkan dapat membuka informasi mengenai pemasok, penerima barang, serta pola pemasarannya. Aparat juga dapat menelusuri apakah jaringan tersebut sebelumnya telah berhasil mengedarkan produk serupa. Apabila ditemukan transaksi terdahulu, penyidik akan memperoleh gambaran mengenai luas pasar dan nilai peredaran yang sebenarnya. Penelusuran aliran dana dapat digunakan untuk mengidentifikasi pihak yang memperoleh keuntungan dari kegiatan tersebut.
Pengungkapan ini sekaligus menjadi peringatan bagi masyarakat agar tidak menggunakan cairan atau cartridge vape yang tidak diketahui asal-usul maupun kandungannya. Kemasan yang terlihat seperti produk rokok elektronik biasa tidak menjamin cairan di dalamnya aman untuk digunakan. Produk ilegal dapat mengandung zat dengan konsentrasi yang tidak diketahui atau bahkan bahan lain yang tidak dicantumkan pada kemasan. Pengguna kemudian menghadapi risiko karena tidak mengetahui apa yang masuk ke dalam tubuh ketika cairan dipanaskan dan dihirup. Masyarakat juga diminta tidak tergiur produk yang menawarkan efek tertentu melalui zat yang tidak jelas. Apabila menemukan indikasi penjualan produk mencurigakan, informasi dapat disampaikan kepada aparat untuk ditindaklanjuti.
Selain penegakan hukum, pengawasan terhadap jalur distribusi menjadi penting untuk mencegah masuknya produk serupa. Koordinasi dapat melibatkan kepolisian, Bea Cukai, Badan Pengawas Obat dan Makanan, serta instansi lain sesuai kewenangan masing-masing. Pengawasan terhadap pengiriman barang harus mampu mengenali perkembangan modus tanpa menghambat peredaran produk legal. Pertukaran informasi juga diperlukan apabila sumber barang diketahui berasal dari luar negeri. Jaringan perdagangan ilegal dapat berpindah jalur ketika salah satu metode pengiriman terdeteksi sehingga pola pengawasan harus terus diperbarui. Penanganan dari sisi hulu dinilai lebih efektif karena dapat mencegah barang dalam jumlah besar mencapai konsumen.
Bareskrim juga akan menggunakan hasil pemeriksaan laboratorium sebagai bagian penting dalam menentukan konstruksi hukum perkara. Kepastian kandungan dan konsentrasi zat dibutuhkan untuk menentukan ketentuan yang dapat diterapkan terhadap pihak yang bertanggung jawab. Penyidik harus membuktikan hubungan antara barang bukti dengan setiap orang yang diduga terlibat dalam pengadaan maupun distribusinya. Keterangan saksi, bukti elektronik, transaksi, serta hasil pemeriksaan ahli dapat digunakan untuk memperkuat rangkaian perkara. Selama proses tersebut berlangsung, pihak yang diperiksa tetap memiliki hak hukum sesuai ketentuan. Penanganan perkara diharapkan memberikan gambaran lebih lengkap mengenai perkembangan penyalahgunaan zat melalui perangkat vape.
Penyitaan 531 cartridge dengan nilai sekitar Rp1,5 miliar menunjukkan peredaran zat berbahaya dapat menggunakan bentuk dan metode yang terus berubah mengikuti perkembangan produk di masyarakat. Aparat kini berupaya menelusuri jaringan di balik barang tersebut agar pemasok dan jalur distribusinya dapat diputus. Pemeriksaan laboratorium akan memastikan karakter barang bukti, sementara penyelidikan digital dan keuangan digunakan untuk mencari keterkaitan dengan pihak lain. Pengungkapan tersebut juga menjadi momentum memperkuat pengawasan terhadap produk cartridge ilegal yang kandungannya tidak dapat diketahui hanya dari kemasan. Masyarakat diminta lebih berhati-hati dan tidak menggunakan produk dengan asal-usul yang tidak jelas, terutama yang menawarkan efek dari zat tertentu. Bareskrim memastikan penyidikan terus dikembangkan untuk mengetahui sejauh mana jaringan tersebut telah beroperasi dan mencegah ratusan cartridge yang disita mencapai pasar.